Selasa, 07 Februari 2017


Puron Okiman Wenda Kembali Menebar Teror di Lanny Jaya

Puron Okiman Wenda
Situasi Lanny Jaya kembali mencekam pasca tersiar kabar tentang rencana penyerangan kepada aparat keamanan dan masyarakat non suku asli Papua di sana. Kabar penyerangan itu sudah tersebar dari mulut ke mulut di lingkungan masyarakat Lanny Jaya semenjak awal Februari lalu.

Senin (7/2), Masyarakat Lanny Jaya kembali resah dan ketakutan akibat teror penyerangan yang disebar oleh kelompok anti Pemerintah pimpinan Puron Okiman Wenda dan Enden Wanimbo. Kelompok itu berencana akan mengumpulkan kekuatan baik anggota dengan senjatanya dalam minggu ini kemudian akan melaksanakan penyerangan di wilayah Lanny Jaya.

“Saya sudah dengar berita ini sejak 2-3 hari lalu, saya kira hanya bohong, tapi melihat banyak orang suku asli bergerombol naik turun, saya jadi takut juga” ungkap salah satu masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Habema.

Berita yang tersebar adalah kelompok itu akan menyerang sekitar Jalur Habema, jalur tolikara ke Puncak Jaya, Jalur ke Kab Memberamo Tengah dan Jalur Pirimr ke Lanny Jaya. Sasarannya adalah aparat keamanan atau masyarakat non suku asli Papua yang melintas.

Kini masyarakat sekitar Lanny Jaya kebanyakan diam di dalam rumah masing-masing. Aktivitas perdagangan pun tidak terlalu ramai, mereka berpikir berulang kali untuk bepergian melewati jalur-jalur tersebut. Aparat kepolisian tampak sudah menempatkan personelnya di beberapa titik pada jalur-jalur yang menjadi titik sasaran.
Kapolres Lanny Jaya, AKBP Ali Sadikin SH. MAP. M.Si. (kiri)
“Kami bekerja sama dengan pihak TNI untuk mengamankan Jalur Habema untuk penyiapan rencana kunjungan Presiden RI ke sini juga untuk menjaga keamanan masyarakat agar terhindar dari ketakutan oleh teror yang disebar kelompok Puron di Lanny Jaya” ujar Kapolres Lanny Jaya, AKBP Ali Sadikin SH. MAP. M.Si.
Simon (36th) Korban Penembakan yang dilakukan oleh kelompok Puron Okiman Wenda (POW)
Kejadian sebelumnya, kelompok Puron telah melakukan penembakan terhadap pekerja jalan dan membakar sejumlah alat berat di Kabupaten Lanny Jaya pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2015. Selanjutnya mereka melakukan penembakan kembali kepada karyawan PT As Jaya hingga tewas akibat tembakan di kepala di Desa Kome, Distrik Malagreneri, kawasan yang berbatasan dengan Distrik Kuyagawe, Kabupaten Lanny Jaya pada tanggal 22 Agustus 2016.


Tidak ada komentar: