Puron
Okiman Wenda Kembali Menebar Teror di Lanny Jaya
![]() |
| Puron Okiman Wenda |
Situasi Lanny Jaya kembali mencekam pasca tersiar kabar
tentang rencana penyerangan kepada aparat keamanan dan masyarakat non suku asli
Papua di sana. Kabar penyerangan itu sudah tersebar dari mulut ke mulut di
lingkungan masyarakat Lanny Jaya semenjak awal Februari lalu.
Senin (7/2), Masyarakat Lanny Jaya kembali resah dan ketakutan
akibat teror penyerangan yang disebar oleh kelompok anti Pemerintah pimpinan
Puron Okiman Wenda dan Enden Wanimbo. Kelompok itu berencana akan mengumpulkan
kekuatan baik anggota dengan senjatanya dalam minggu ini kemudian akan
melaksanakan penyerangan di wilayah Lanny Jaya.
“Saya sudah dengar berita ini sejak 2-3 hari lalu, saya kira
hanya bohong, tapi melihat banyak orang suku asli bergerombol naik turun, saya
jadi takut juga” ungkap salah satu masyarakat yang tinggal di sekitar Danau
Habema.
Berita yang tersebar adalah kelompok itu akan menyerang
sekitar Jalur Habema, jalur tolikara ke Puncak Jaya, Jalur ke Kab Memberamo
Tengah dan Jalur Pirimr ke Lanny Jaya. Sasarannya adalah aparat keamanan atau
masyarakat non suku asli Papua yang melintas.
Kini masyarakat sekitar Lanny Jaya kebanyakan diam di dalam
rumah masing-masing. Aktivitas perdagangan pun tidak terlalu ramai, mereka
berpikir berulang kali untuk bepergian melewati jalur-jalur tersebut. Aparat
kepolisian tampak sudah menempatkan personelnya di beberapa titik pada
jalur-jalur yang menjadi titik sasaran.
![]() |
| Kapolres Lanny Jaya, AKBP Ali Sadikin SH. MAP. M.Si. (kiri) |
“Kami bekerja sama dengan pihak TNI untuk mengamankan Jalur
Habema untuk penyiapan rencana kunjungan Presiden RI ke sini juga untuk menjaga
keamanan masyarakat agar terhindar dari ketakutan oleh teror yang disebar
kelompok Puron di Lanny Jaya” ujar Kapolres Lanny Jaya, AKBP Ali Sadikin SH.
MAP. M.Si.
![]() |
Kejadian
sebelumnya, kelompok Puron telah melakukan penembakan terhadap pekerja jalan dan membakar sejumlah alat
berat di Kabupaten Lanny Jaya pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2015.
Selanjutnya mereka melakukan penembakan kembali kepada karyawan PT As Jaya hingga tewas
akibat tembakan di kepala di Desa Kome, Distrik Malagreneri, kawasan yang
berbatasan dengan Distrik Kuyagawe, Kabupaten Lanny Jaya pada tanggal 22 Agustus 2016.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar