Kamis, 16 Februari 2017


PIF Akui Kedaulatan Indonesia atas Papua, KNPB Stop Tipu Lagi

Penasehat Politik dan HAM Pasific Island Forum (PIF), Mr. Alfred Soakai
KNPB Pusat melaksanakan rapat pada hari selasa (14/2) lalu. Salah satu point dari pertemuan itu adalah menyatakan bahwa utusan khusus dari PIF akan memantau situasi Pilkada di Papua, namun agenda utama adalah mendengar langsung apa yang sedang terjadi di West Papua, dan hasilnya akan di bahas di Kantor PIF.

Terkait berita itu, redaksi berusaha menemui perwakilan PIF yang datang ke Papua pada hari Rabu (15/2) kemarin. Kedatangan Penasehat Politik dan HAM Pasific Island Forum (PIF), Mr. Alfred Soakai di Kota Jayapura mulai 13 Februari 2017 adalah untuk monitoring Proses pelaksanaan Pilkada dan sejauh ini belum ditemukan indikasi kegiatan lain.
Alfred Soakai (kiri) dan redaksi
Pemilik nama asli Alifileti Siaosi Soakai ini mengatakan bahwa sudah banyak perubahan di Papua. Infrastruktur, jalan, bangunan, pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua sudah menunjukan peningkatan kualitas maupun kuantitas. Pemerintah Indonesia telah berhasil membangun Papua dengan baik sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman di sini.

“Jalan di Papua sudah Bagus, pembangunan luar biasa. Saya merasa terhormat dengan sambutan yang diberikan oleh Pemerintah” Alfred mulai memberikan tanggapan dengan bahasa inggris.

Kemudian Alfred lanjut menjelaskan bahwa saat ini PIF lebih concern terhadap masalah lingkungan/perubahan iklim. Alfred pernah membaca tentang Free West Papua, tapi dia tidak terlalu percaya karena menurutnya terlalu mengada-ada. Dia menyebutkan kadang di tulisan itu disebutkan ada 100 ribu korban HAM, namun pada kenyataannya hanya kurang dari 10 orang.

Jadi selama ini tidak benar cerita yang didongengkan oleh KNPB dan para aktivisnya. Sama sekali tidak ada usaha dari KNPB maupun ULMWP untuk mendorong PIF agar mengusut permasalahan HAM di Indonesia. Karena PIF sendiri sudah memiliki data pelanggaran HAM itu. Bahkan seperti yang telah dikatakan oleh Alfred, PIF tidak percaya kepada Free West Papua karena terlalu megada-ada.
kiri ke kanan : Alifileti Soakai, Franz Albert Yoku, Niko Jakarilimena, Kol Sidik, Istri Franz Albert Yoku
Dalam wawancara dengan Political Advisor For PIF ini, Mr Alfred Soakai mengeluarkan statement yang intinya, secara resmi sikap PIF adalah mengakui kedaulatan Indonesia dan Papua merupakan bagian dari Indonesia. Tentang dukungan Vanuatu dan Salomon Island itu bersifat personal dan tidak begitu diperhitungkan di Dewan PIF. PIF hanya memperhatikan jika ada pelanggaran HAM di Papua, namun ini untuk kebaikan semua pihak.

Masalah kemerdekaan Papua tidak pernah dibahas di PIF, dan PIF tetap mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua” Alfred mengakhiri pernyataanya.


9 komentar:

Agus warobay mengatakan...

“Masalah kemerdekaan Papua tidak pernah dibahas di PIF, dan PIF tetap mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua”

Agus wenda mengatakan...

Alfred pernah membaca tentang Free West Papua, tapi dia tidak terlalu percaya karena menurutnya terlalu mengada-ada. Dia menyebutkan kadang di tulisan itu disebutkan ada 100 ribu korban HAM, namun pada kenyataannya hanya kurang dari 10 orang.

Bety wanggai mengatakan...

Sudah basy ini lagi ini lagi KNPB buat cari makan saja.

Yogi wenda mengatakan...

Biang petmasalahan papua ini orang gunung turun kota dengan bawa bendera KNPB

John Mikel mengatakan...

Free West Papua itu mengada-ada

Jemy Magai mengatakan...

Pemerintah Indonesia telah berhasil membangun Papua dengan baik sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman tinggal di Papua..

Jems kogoya mengatakan...

PIF tetap mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua. Selama ini KNPB dan ULMWP hanya tipu-tipu.

Beni torai mengatakan...

Banyak perubahan di Papua. Infrastruktur, jalan, bangunan, pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua sudah menunjukan peningkatan kualitas maupun kuantitas. Itu semua karena Indonesia.

Ronal Emey mengatakan...

Selama ini perjuangan KNPB dan ULMWP tdk benar. PIF datang ke Papua bkn utk memantau situasi Pilkada di Papua tp utk mendengar langsung apa yg terjadi di west papua.