PIF Akui Kedaulatan Indonesia atas
Papua, KNPB Stop Tipu Lagi
![]() |
| Penasehat Politik dan HAM Pasific Island Forum (PIF), Mr. Alfred Soakai |
KNPB Pusat melaksanakan
rapat pada hari selasa (14/2) lalu. Salah satu point dari pertemuan itu adalah
menyatakan bahwa utusan khusus dari PIF akan memantau situasi Pilkada di Papua,
namun agenda utama adalah mendengar langsung apa yang sedang terjadi di West
Papua, dan hasilnya akan di bahas di Kantor PIF.
Terkait berita itu,
redaksi berusaha menemui perwakilan PIF yang datang ke Papua pada hari Rabu
(15/2) kemarin. Kedatangan Penasehat Politik dan HAM Pasific Island Forum
(PIF), Mr. Alfred Soakai di Kota Jayapura mulai 13 Februari 2017 adalah untuk
monitoring Proses pelaksanaan Pilkada dan sejauh ini belum ditemukan indikasi
kegiatan lain.
![]() |
| Alfred Soakai (kiri) dan redaksi |
Pemilik nama asli Alifileti
Siaosi Soakai ini mengatakan bahwa sudah banyak perubahan di Papua. Infrastruktur,
jalan, bangunan, pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua sudah menunjukan
peningkatan kualitas maupun kuantitas. Pemerintah Indonesia telah berhasil
membangun Papua dengan baik sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan
nyaman di sini.
“Jalan di Papua sudah Bagus,
pembangunan luar biasa. Saya merasa terhormat dengan sambutan yang diberikan
oleh Pemerintah” Alfred mulai memberikan tanggapan dengan bahasa inggris.
Kemudian Alfred lanjut
menjelaskan bahwa saat ini PIF lebih concern terhadap masalah
lingkungan/perubahan iklim. Alfred pernah membaca tentang Free West Papua, tapi
dia tidak terlalu percaya karena menurutnya terlalu mengada-ada. Dia
menyebutkan kadang di tulisan itu disebutkan ada 100 ribu korban HAM, namun
pada kenyataannya hanya kurang dari 10 orang.
Jadi selama ini tidak
benar cerita yang didongengkan oleh KNPB dan para aktivisnya. Sama sekali tidak
ada usaha dari KNPB maupun ULMWP untuk mendorong PIF agar mengusut permasalahan
HAM di Indonesia. Karena PIF sendiri sudah memiliki data pelanggaran HAM itu. Bahkan
seperti yang telah dikatakan oleh Alfred, PIF tidak percaya kepada Free West
Papua karena terlalu megada-ada.
![]() |
| kiri ke kanan : Alifileti Soakai, Franz Albert Yoku, Niko Jakarilimena, Kol Sidik, Istri Franz Albert Yoku |
Dalam wawancara dengan Political Advisor For PIF ini, Mr Alfred
Soakai mengeluarkan statement yang intinya, secara resmi sikap PIF adalah
mengakui kedaulatan Indonesia dan Papua merupakan bagian dari Indonesia.
Tentang dukungan Vanuatu dan Salomon Island itu bersifat personal dan tidak
begitu diperhitungkan di Dewan PIF. PIF hanya memperhatikan jika ada
pelanggaran HAM di Papua, namun ini untuk kebaikan semua pihak.
“Masalah kemerdekaan Papua tidak pernah dibahas di PIF, dan PIF tetap
mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua” Alfred mengakhiri pernyataanya.



9 komentar:
“Masalah kemerdekaan Papua tidak pernah dibahas di PIF, dan PIF tetap mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua”
Alfred pernah membaca tentang Free West Papua, tapi dia tidak terlalu percaya karena menurutnya terlalu mengada-ada. Dia menyebutkan kadang di tulisan itu disebutkan ada 100 ribu korban HAM, namun pada kenyataannya hanya kurang dari 10 orang.
Sudah basy ini lagi ini lagi KNPB buat cari makan saja.
Biang petmasalahan papua ini orang gunung turun kota dengan bawa bendera KNPB
Free West Papua itu mengada-ada
Pemerintah Indonesia telah berhasil membangun Papua dengan baik sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman tinggal di Papua..
PIF tetap mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua. Selama ini KNPB dan ULMWP hanya tipu-tipu.
Banyak perubahan di Papua. Infrastruktur, jalan, bangunan, pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua sudah menunjukan peningkatan kualitas maupun kuantitas. Itu semua karena Indonesia.
Selama ini perjuangan KNPB dan ULMWP tdk benar. PIF datang ke Papua bkn utk memantau situasi Pilkada di Papua tp utk mendengar langsung apa yg terjadi di west papua.
Posting Komentar