Tabloid Jubi adalah Media Provokator dan Penuh Kebohongan, Segera
CABUT dari Peredarannya!!!
Tabloid
Jubi sering kali memuat berita-berita hoax yang bersifat manipulatif dan
provokatif kepada masyarakat Papua. Menanggapi
pemberitaan bohong dari media lokal Papua yakni Tabloid Jubi mengenai berita
yang berjudul “Masyarakat Papua syukuri ruang kerja ULMWP di Sekretariat MSG”
beberapa waktu lalu, akhirnya mendapat respon keras dari Sekretaris Jenderal
MSG, Amena Yauvoli.
Sebagaimana
kebiasaan ULMWP yang selalu menyebarkan berita manipulatif, publik dalam negeri
tidak perlu percaya dan harus berhati-hati terhadap propaganda dan provokasi
ULMWP. Dalam hal ini, media/jurnalis perlu memastikan kebenaran informasi.
Sekjen
MSG menuntut agar media seperti Tabloid Jubi diperiksa dan diproses secara
hukum karena telah melakukan pemberitaan bohong yang jelas dapat memicu masalah
sosial yang ada di Papua. Tuntutan Amena Yauvoli tentu saja mengkerucut kepada
Wesai H (reporter) dan Sdr. Victor Mambor (editor) yang tentunya adalah aktor
dibelakang aksi pemberitaan bohong Tabloid Jubi.
![]() |
| Sekretaris Jenderal MSG, Amena Yauvoli |
“Tidak
ada ruang kerja ULMWP di Sekretariat MSG dan hingga saat ini tidak ada
pemberian status keanggotaan penuh kepada ULMWP. Saya menuntut kepada
pemerintah Indonesia agar segera memeriksa beberapa oknum Tabloid Jubi yang
sengaja membuat pemberitaan palsu tersebut,” Tutur Amena, Selasa (07/02).
Menurut
Amena, Pemberitaan tersebut merupakan klaim sepihak dan kebohongan yang
disampaikan oleh ULMWP melalui Octavianus Mote, yang dengan mudahnya diambil
sebagai sumber berita oleh Wesai H(reporter) dan Victor Mambor(editor).
“Selama
ini ULMWP dan KNPB aktif melakukan penyesatan informasi untuk agenda politiknya
semata, termasuk pengkondisian seolah-olah ULMWP yang merupakan representasi
masyarakat Papua didukung dunia internasional, hal itu semakin membuat saya
yakin bahwa ada hubungan antara ULMWP, KNPB dan Media Tabloid Jubi yang
mempunyai itikad buruk bagi Indonesia,” Ucap Amena.
Terdapat
kecurigaan bahwa selama ini Tabloid Jubi dibiayai oleh kelompok-kelompok
separatis untuk terus menerus memberitakan pergerakan mereka di Luar Negeri. Kemungkinan
dana sumbangan yang selama ini ditarik dari anggota KNPB dan PRD wilayah
dialokasikan juga untuk Tabloid Jubi. Anehnya media ini selalu aman, padahal
jelas-jelas berita yang disebarkan adalah berita bohong, provokatif dan
bersifat separatis. Pastinya ada keterlibatan orang dalam atau pejabat
pemerintah yang pro Papua merdeka untuk memback up tabloid tersebut. pihak
kepolisian agar mengusut tuntas perkara Tabloid Jubi ini.
Masyarakat Papua dibuat resah karena pemberitaan yang dilakukan oleh Tabloid Jubi seolah-olah telah terjadi krisis kepercayaan kepada pemerintah dan adanya gerakan pembebasan Papua di Luar Negeri. Padahal itu semua bohong, yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini adalah kehidupan yang layak, peningkatan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan kesehatan masyarakat. bukan iming-iming kemerdekaan, karena semua orang di Papua sudah sadar, bahwa kita sudah merdeka, merdeka dibawah NKRI.

13 komentar:
Stop tipu-tipu kami kaka.....
Kami cinta Indonesia, jgn bohongi kami trus...
Kita su merdeka kaka, merdeka dibawah NKRI..
Kita tra percaya lg "Tabloid JUBI"..
Ko tipu saja "Tabloid JUBI"........
Cabut saja ijin peredaran nya. Jgn biarkan kita dibohongi oleh tabloid jubi,,,,,,
Mencoreng nama baik koran jubi sendiri .. yang sampai saat ini baik di mata masyarakat jayapura
Dengan munculnya berita hoax pada koran jubi...mungkin masyarakat enggan untuk membeli koran itu lagi
ULMWP tidak akan bisa menjadi negara
Tablod jubi memperkeruh suasana yang sudah panas
Tabloid hoaz tak pantas terbit lagi
“Selama ini ULMWP dan KNPB aktif melakukan penyesatan informasi untuk agenda politiknya semata, termasuk pengkondisian seolah-olah ULMWP yang merupakan representasi masyarakat Papua didukung dunia internasional, hal itu semakin membuat saya yakin bahwa ada hubungan antara ULMWP, KNPB dan Media Tabloid Jubi yang mempunyai itikad buruk bagi Indonesia,”
Tabloid Jubi dibiayai oleh kelompok-kelompok separatis untuk terus menerus memberitakan pergerakan mereka di Luar Negeri.
Sebagaimana kebiasaan ULMWP yang selalu menyebarkan berita manipulatif, publik dalam negeri tidak perlu percaya dan harus berhati-hati terhadap propaganda dan provokasi ULMWP. Dalam hal ini, media/jurnalis perlu memastikan kebenaran informasi.
Posting Komentar