Rabu, 08 Februari 2017


Tabloid Jubi adalah Media Provokator dan Penuh Kebohongan, Segera CABUT dari Peredarannya!!!

Tabloid Jubi sering kali memuat berita-berita hoax yang bersifat manipulatif dan provokatif kepada masyarakat Papua. Menanggapi pemberitaan bohong dari media lokal Papua yakni Tabloid Jubi mengenai berita yang berjudul “Masyarakat Papua syukuri ruang kerja ULMWP di Sekretariat MSG” beberapa waktu lalu, akhirnya mendapat respon keras dari Sekretaris Jenderal MSG, Amena Yauvoli.

Sebagaimana kebiasaan ULMWP yang selalu menyebarkan berita manipulatif, publik dalam negeri tidak perlu percaya dan harus berhati-hati terhadap propaganda dan provokasi ULMWP. Dalam hal ini, media/jurnalis perlu memastikan kebenaran informasi.

Sekjen MSG menuntut agar media seperti Tabloid Jubi diperiksa dan diproses secara hukum karena telah melakukan pemberitaan bohong yang jelas dapat memicu masalah sosial yang ada di Papua. Tuntutan Amena Yauvoli tentu saja mengkerucut kepada Wesai H (reporter) dan Sdr. Victor Mambor (editor) yang tentunya adalah aktor dibelakang aksi pemberitaan bohong Tabloid Jubi.
Sekretaris Jenderal MSG, Amena Yauvoli
“Tidak ada ruang kerja ULMWP di Sekretariat MSG dan hingga saat ini tidak ada pemberian status keanggotaan penuh kepada ULMWP. Saya menuntut kepada pemerintah Indonesia agar segera memeriksa beberapa oknum Tabloid Jubi yang sengaja membuat pemberitaan palsu tersebut,” Tutur Amena, Selasa (07/02).

Menurut Amena, Pemberitaan tersebut merupakan klaim sepihak dan kebohongan yang disampaikan oleh ULMWP melalui Octavianus Mote, yang dengan mudahnya diambil sebagai sumber berita oleh Wesai H(reporter) dan Victor Mambor(editor).

“Selama ini ULMWP dan KNPB aktif melakukan penyesatan informasi untuk agenda politiknya semata, termasuk pengkondisian seolah-olah ULMWP yang merupakan representasi masyarakat Papua didukung dunia internasional, hal itu semakin membuat saya yakin bahwa ada hubungan antara ULMWP, KNPB dan Media Tabloid Jubi yang mempunyai itikad buruk bagi Indonesia,” Ucap Amena.

Terdapat kecurigaan bahwa selama ini Tabloid Jubi dibiayai oleh kelompok-kelompok separatis untuk terus menerus memberitakan pergerakan mereka di Luar Negeri. Kemungkinan dana sumbangan yang selama ini ditarik dari anggota KNPB dan PRD wilayah dialokasikan juga untuk Tabloid Jubi. Anehnya media ini selalu aman, padahal jelas-jelas berita yang disebarkan adalah berita bohong, provokatif dan bersifat separatis. Pastinya ada keterlibatan orang dalam atau pejabat pemerintah yang pro Papua merdeka untuk memback up tabloid tersebut. pihak kepolisian agar mengusut tuntas perkara Tabloid Jubi ini.
Masyarakat Papua dibuat resah karena pemberitaan yang dilakukan oleh Tabloid Jubi seolah-olah telah terjadi krisis kepercayaan kepada pemerintah dan adanya gerakan pembebasan Papua di Luar Negeri. Padahal itu semua bohong, yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini adalah kehidupan yang layak, peningkatan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan kesehatan masyarakat. bukan iming-iming kemerdekaan, karena semua orang di Papua sudah sadar, bahwa kita sudah merdeka, merdeka dibawah NKRI.

13 komentar:

Jominus mom mengatakan...

Stop tipu-tipu kami kaka.....

Markus kogoya mengatakan...

Kami cinta Indonesia, jgn bohongi kami trus...

Willem hagabal mengatakan...

Kita su merdeka kaka, merdeka dibawah NKRI..

Melanus tabuni mengatakan...

Kita tra percaya lg "Tabloid JUBI"..
Ko tipu saja "Tabloid JUBI"........

Leniak murib mengatakan...

Cabut saja ijin peredaran nya. Jgn biarkan kita dibohongi oleh tabloid jubi,,,,,,

Woru Talenggen mengatakan...

Mencoreng nama baik koran jubi sendiri .. yang sampai saat ini baik di mata masyarakat jayapura

Murib kagoya mengatakan...

Dengan munculnya berita hoax pada koran jubi...mungkin masyarakat enggan untuk membeli koran itu lagi

Maman hariadi mengatakan...

ULMWP tidak akan bisa menjadi negara

Santoso mengatakan...

Tablod jubi memperkeruh suasana yang sudah panas

Antonyus kaleng mengatakan...

Tabloid hoaz tak pantas terbit lagi

agus kosay mengatakan...

“Selama ini ULMWP dan KNPB aktif melakukan penyesatan informasi untuk agenda politiknya semata, termasuk pengkondisian seolah-olah ULMWP yang merupakan representasi masyarakat Papua didukung dunia internasional, hal itu semakin membuat saya yakin bahwa ada hubungan antara ULMWP, KNPB dan Media Tabloid Jubi yang mempunyai itikad buruk bagi Indonesia,”

Beny wenda mengatakan...

Tabloid Jubi dibiayai oleh kelompok-kelompok separatis untuk terus menerus memberitakan pergerakan mereka di Luar Negeri.

batiar lay mengatakan...

Sebagaimana kebiasaan ULMWP yang selalu menyebarkan berita manipulatif, publik dalam negeri tidak perlu percaya dan harus berhati-hati terhadap propaganda dan provokasi ULMWP. Dalam hal ini, media/jurnalis perlu memastikan kebenaran informasi.